Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti seminar atau bisa disebut kuliah singkat dengan pembicara Ridwan Kamil disalah satu bangunan yang merupakan karyanya yaitu Gramedia Expo.
Beliau menjelaskan tentang beberapa ciri sebuah kota dalam sudut pandang arsitektur, yang antara lain:
1. Being urban is to experience the city
![]()
Setiap kota memiliki ciri sendiri-sendiri. Ciri tersebut juga berkaitan dengan budaya yang dimiliki. Contoh kecilnya yaitu, trotoar yang seharusnya menjadi tempat sosial digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai area berjualan. Perilaku yang masih rural ini menimbulkan kerugian terutama berkaitan keselamatan jiwa pengguna area jalur pejalan kaki tersebut
2. Anonymity
![]()
Masyarakat kota sekarang lebih bersifat mandiri. Tidak mengenal sekitar. Hal yang menjadi kesepakatan bersama adalah aturan yang berlaku. Karakter kota adalah anonym, karena kita hanyalah satu dari sekian banyak orang yang menjalankan aturan.
3. Heterogenety
Kota adalah tempat berkumpulnya banyak perbedaan dalam hal ekonomi, sosial, budaya. Sebagai tempat yang heterogen, seharusnya tidak terdapat image yang mengelompok-kelompokkan. Tidak ada yang namanya maal untuk kaya atau mall utnuk si miskin.
4. Density
Mau tinggal di kota berarti mau berdesak-desakkan. Esensi sebuah kota adalah “nyaman dalam desak-desakkan”. Tetapi masyarakat tetap berangapan jika memiliki rumah tinggal berarti rumah dengan halamannya. Anggapan seperti itu seharusnya mulai dirubah. Tempat tinggal juga bisa berupa apartemen atau town house. Bayangkan jika setiap orang menginginkan rumah dengan halaman. Betapa boros akan aspal, gorong-gorong, kabel-kabel, dan yang lebih penting, tanah untuk public space semakin berkurang.
5. Social Intensity
Apa yang sering kita lihat dari bagian depan sebuah bangunan?
Hampir sebagian besar bagian depan bangunan dihabiskan untuk area parkir. Ruang bawah habis untuk parkir tanpa ada ruang transisi. Hal ini lah yang merusak kota. Kita hobi untuk membuat drop area di depan bangunan. Padalah, lantai dasar sebagai lahan yang memiliki nilai jual paling tinggi seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik, misalnya dijadukan area retail. Lalu lahan parkir yang bagian depan dipindahkan ke gedung parkir dengan harapan lahan parkir yang semula dijadika public space.
![]()
![]()
Bandingkan keduan gambar dengan perbedaan pemanfaatan lahan di atas!
ada satu lagi ciri kota yang sangat umum ada di indonesia ini, yaitu tingkat krimininalitas yang tinggi
salah satunya adalah kriminalitas di jalanan sebagai dampak dari adanya kemacetan lalu-lintas
semuanya merupakan rentetan masalah, sulit untuk diidentifikasi mana pangkal mana ujung, berputar ibarat lingkaran setan
saya dulu waktu SMA mendapat pelajaran geografi bahwa kota itu terletaknya di daerah sepanjang sungai atau pesisir pantai atau pusat sebuah kerajaan…
mungkin skrg kita juga melihat hal itu..
btw nih mau beralih status menjadi mahasiswa plano yah..
hehehe
@deteksi: kalau tingkat kriminalitas itu lebih banyak terpengaruh masalah sosial juga.
@aRul: betul,dulu kota berada di sekitar tempat bekerja seperti di dekat kerajaan, sungai,atau hutan.Di arsitek juga mempelajari tata kota juga kok,,hehe
oia yah, planokan pecahannya arsitek yah…