Risdania’s Diary

Belajar peka Arsitektur dan Lingkungan

Rumah Ramah Lingkungan 9 April , 2008

Filed under: arsitektur — risdania @ 11:27 am

Isu pemanasan global saat ini menjadi masalah utama yang harus dihadapi. Saat ini suhu terasa semakin panas. Temperatur udara meningkat. Es di kutub mencair. Salju di puncak gunung meleleh, akibatnya permukaan air laut naik, banjir pasang pun terjadi. Pantai akan semakin menjorok ke daratan.

Mengerikan…

Sebenarnya pemanasan ini timbul akibat ulah manusia juga. Penggunaan elektronika penghasil panas yang berlebihan. Pemakaian AC sepanjang hari, pemakaian kendaran bermotor secara masal, hingga pemakaian kantong plastik yang dalam pembuatannya memakan energi yang memakan banyak energi.

Salah satu kepedulian terhadap pemanasan global ini adalah penemuan material-material yang ramah lingkungan, penggunaan produk yang hemat energi dan dalam dunia arsitektur adalah penggunaan rumah ramah lingkungan.

Jika kita ingin memiliki rumah yang memiliki udara sehat, pencahayaan alami yang cukup, kita bisa mendesain rumah seperti salah satu dibawah ini:

Bagaimana rumah ramah lingkungan itu? pada dasarnya rumah ramah lingkungan menerapkan konsep rumah hemat energi. Banyak memanfaatkan pengudaraan alami dan pencahayaan alami. Desain rumah sedemikian rupa sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada AC dan lampu.

Dalam memanfaatkan cahaya matahari, yang diperlukan adalah “terang” nya sedangkan “panas” nya dihindari. Salah satu caranya adalah memanfaatkan arah timur/barat/ atau utara/selatan. Jendela harus berkanopi dengan sehingga terpaan langsung cahaya matahari dapat diminimalkan.

Faktor-faktor yang mendukung sebuah rumah menjadi rumah ramah lingkungan antara lain:

1. Rangka atap baja ringan
Penggunaan baja ringan ini sebagai jawaban atas semakin menipisnya jumlah kayu hutan kita. Baja ringan lebih efektif dalam aplikasi atap. Pengerjaannya lebih efisien dalam waktu, dan lebih presisi karena buatan pabrik.
2. kusen, daun jendela, pintu menggunakan alumunium/ PVC/ UPVC
3. Plafond menggunakan gypsum dan rangka besi holow
4. Atap tinggi
Hal ini bermanfaat untuk sirkulasi udara yang berada di dalam rumah.
5. Tritisan lebar
6. Banyak bukaan
7. Plafond tinggi
8. Kanopi tiap jendela
9. Luas bangunan sebaiknya tidak lebih dari 60% luas lahan
Perbandingan antara luas bangunan dengan lahan hijau idealnya adalah 60-40. Yang mana fungsi taman tidak hanya sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi juga sebagai daerah resapan air hujan. Agar taman dapat dengan mudah menyerap air hujan, caranya tidak hanya dengan tanaman ,tetapi juga memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi. Selain sebagai resapan, taman juga berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat jika minim debu.

 

nb.

Sumber berita diperoleh dari beberapa majalah dan internet yang saya catat di buku harian bulan januari 2008.

>> intinya saya lupa nama majalah dan alamat web nya. Tapi bisa dipertanggungjawabkan. hehehe

Seuai dengan rikwes,,saya akan memberi contoh-contoh bangunan ramah lingkungan. Untuk rumah ramah lingkungan dapat diadaptasi dari kriteria-kriteria yang tersebut diatas. Yang membanggakan, saat ini global warming dalam arsitektur telah menjadi tema hunian 2008 oleh banyak pengembang realestate. Jadi untuk referensi, datang saja ke pameran perumahan, ambil brosur sebanyak-banyaknya, dan desain rumah sesuai dengan yang kita inginkan.

 Disini saya ingin menampilkan desain yang membuat saya berpikir ” inilah gunanya otak dan hati”. hehehe

Gambar-gambar ini saya ambil dari internet, jadi saya juga menyertakan link nya.

Zoro house, rumah canggih yang ramah lingkungan

 

Perl River Tower

Rumah Baja

Salah seorang arsitek yang menginspirasi saya juga membahas tentang perlunya menjaga keseimbangan antara ekologi dalam kondisi saat ini. Arsitek Gramedia Expo yang juga dosen urban design ITB ini selalu mengadaptasi ekologi dalam desainnya. Ini yang membuat saya mengagumi beliau.

 

About these ads
 

51 Responses to “Rumah Ramah Lingkungan”

  1. deteksi Says:

    artikel yang sangat bagus dan menarik!

    saya sepakat bahwa rumah harus didesain sedemian rupa [dan ini tugas arsitek] sehingga meminimalisir penggunaan energi listrik dengan memaksimalkan energi alam seperti cahaya matahari untuk penerang ruangan, dan juga panas matahari untuk mengeringkan baju

    tapi saya tidak sependapat bahwa penggunaan baja ringan [truss, zinkalum, dsb..] untuk rangka atap dikatakan lebih baik. secara pengerjaan mungkin lebih mudah. dari segi biaya mungkin lebih hemat. tapi dari struktur, belum ada penelitian yang bisa memastikan bahan tersebut lebih kuat daripada kayu. dan keramahannya terhadap lingkungan, kayu jelas lebih ramah karena memiliki koefisien serap panas yang lebih rendah dari logam. bahwa penggunaan kayu bisa mengutangi hutan, memang benar adanya. oleh karenanya kita harus ikut menanam pohon, selain untuk filter udara juga untuk stok kayu di masa yang akan datang

    Kusen dan pintu PVC? ini jelas tidak ramah lingkungan. malah bisa menjadi polutan tanah karena sulit terurai… kayu jelas lebih baik! ;)

    makanya rumah saya [bersama istri dan anak2] akan saya buat full kayu jati. natural, hangat, dan ramah lingkungan! :mrgreen:

  2. diorockout Says:

    syaratnya terlalu banyak ^^
    tapi berusaha..

  3. kktian Says:

    artikel penting kanggo refernsi!! suwun te

  4. aLf Says:

    pengen banget siyh punya rumah dengan spesifikasi sehat untuk keluarga juga yang sedap dipandang.. tapi kalo di buat di kota metropolis kayanya bakal gerogoh dalem2 dompet yang kita punya.. n itu yang selalu memusingkan

  5. avy Says:

    Tolong didesainkan kamarku…
    panas banget.
    dan aku anti pake ac….kecuali AC mobil hehehehe

  6. Anang Says:

    isa gawe masa depan ki.. suwun

  7. infoGue Says:

    Artikel sangat bagus dan menarik, artikel anda:

    http://www.infogue.com/l

    http://www.infogue.com/lingkungan/rumah_ramah_lingkungan/

    anda bisa promosikan artikel anda di infoGue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  8. isnuansa Says:

    kalo dari gambar-gambar foto, kebanyakan rumah dari pohon, tapi kok di penjelasan, boleh pakai baja ya?

  9. Raffaell Says:

    impian masa depan memang pengen begitu, punya rumah di tengah hutan, dengan sarana telekomunikasi yang sanget lengkap… wuih!! nikmat!

  10. Rere Says:

    Keliatan kalo gini anak arsitektur :D

  11. kalo di tambah foto-foto rumah ideal menurut penulis malah tambah asik tuh…..

  12. tasmerah Says:

    brilian!!!
    saya akan mencalonkan anda sebagai calon menristek selanjutnya…

    hik’s

  13. miwibowo Says:

    Senang sekali baca artikel anda, saya langsung berasa tercerahkan. sepertinya, anda punya background yang sangat kuat di bidang arsitektur. wah sayang sekali saya baru “menemukan” anda. padahal beberapa minggu lalu tim realestat (program properti di metro tv) rada kelimpungan cari orang yang ngerti arsitektur, khususnya yang berkaitan dengan interior & exterior design, untuk kita jadikan sebagai expertise dalam salah satu segment di program kita. btw, salam kenal, thx u ya..

  14. ndop Says:

    Pantai akan semakin menjorok ke daratan.

    postingan ini jelas-jelas ada ‘jorok’nya juga toh.. awas kalo diblokir juga..

    hehehe…

    piss mbak!!!

  15. ndop Says:

    serius saiki, waah.. betul-betul rumah yang ramah lingkungan…

    apalagi kalo kendaraannya berenergi listrik atau sepeda.. jadi lebih komplit untuk menjaga kelestarian lingkungannya..

  16. ratutebu Says:

    bagus2.. *bisa dicatet niii.. terimakasih mba..

  17. risdania Says:

    @det:rumah full kayu jati?Tebang hutan lagi?

    @diorockout:ga sulit kok,kan semua mudah didapat

    @kktian:sami-sami le

    @avy:yaudah,pasang ac mobil dikamar aja mas,,hehe

    @anang:sip!!

    @infogue: eh ada iklana juga,,gapapa deh,,

    @isnuansa:gambar yang atas itu contoh desain yang unik,,

    @raffaell:pasti bisa kok di masa depan,,

    @rere:biasanya keliatan anak apa mb?

    @farid: saran yang bagus pak,sudah saya terima,,

    @tasmerah:baik,saya tunjuk anda sebagai ketua tim suses saya.Bagaimana?

    @miwibowo: “blushing”

    @ndop:oh iya,bisa ga lulus badan sensor ney,,

    @ratutebu:ney ratu yang paling manis brati ya?Hehe
    diprint aja kanjeng ratu,nanti capek nulisnya..

  18. edy Says:

    tapi apa ongkosnya bisa lebih murah dibanding dng menggunakan bahan-bahan biasa seperti skarang ini?

  19. ntar kalo ada kopdar bareng TPC aq dihub ya, pengen ikut

  20. realylife Says:

    nyokkk , ciptakan rumah sehat dan ramah lingkungan
    setuju ?

  21. fianku Says:

    wahhh…. kuerennn…
    sampek ngiler2 . :P

  22. mbk risdania arsitek ya,,

    mbk koment balik ya,,

  23. ratutebu Says:

    gyaaaa.. *narsis mode ON* bgitulahhh kira2,, :mrgreen:

  24. ick Says:

    kalau begitu ongkosnya berapa mbak?
    [harga teman]

    salam kenal

  25. kusuma Says:

    Wah artikel yang menarik. Kalo butuh kayu jati log siap olah, saya punya stock 50 kubik jati madiun A5 panjang 2,5 meter. Siap kirim ke Surabaya

  26. t3guhbs Says:

    Ada permasalahan lain kayaknya Mbak Risda. 1) Mungkin 40 % masyarakat kita gak mampu beli rumah. 2) 40% nya lagi hanya mampu beli rumah RSS dengan luas tanah maksimal 90 m2. Ukuran yang membuat bingung membayangkan realisasi komposisi ideal 60:40…..Jadi rumah ramah lingkungan buat siapa ya?

  27. marsini Says:

    desainnya bagus-bagus dan unik. kapan ya bisa mewujudkan?

  28. Neozam Says:

    waaah…. jadi pingin cepet2 buat rumah nih…. makasih yaa.. ini sebagai penyemangat sy untuk buat rumah…

  29. Duni hancur karena manusia… maka dari itu Wahai manusia cepatlah engkau bersadar… (sok bijak)

  30. hafidzi Says:

    kalo RSS bisa ngga?
    mungkin bisa kali ya, tergantung yang ngatur nya aja. kalo kebanyakan perabot juga bakal sumpek,iya kan??

    hehe mas Ario, kata2nya memang bijak ko, karena kalo kita sadar,otomatis teman didekat kita juga bakal ngikutin, kalo gaya seperti ini selalu tersebar, dunia ini bakal tentram….

  31. cheriatna Says:

    blog berkesan, teruslah menulis.
    salam dari arsitek desain rumah

  32. rZd Says:

    @edy: penyiasatan ongkos dapat dilakukan dengan cara meminimaliskan desaign terhadapt material2 yang dirasa mahal. Namun modern material ini saya rasa sudah mudah didapat dan harganya juga sudah tidak teralu mahal
    @farid: okeh dey,,,buka aja http://tugupahlawan.com buat cari informasi lebih lengkap
    @fianku:yang keren saya atau siapa?hehehe
    @alpien:iyah alpien,,saya baru jadi arsitek,,okeh deh ntar sering2 mampir ditempatmu yaa
    @ick:ongkos apa ney?kalau ongkos kosultasi gratis,,toh saya juga dalam taraf belajar
    @kusuma:okeh, nanti saya pesan kayu buat desain rumah jawa yah,,
    @t3guhbs: sistem 40:60 itu tentu secara idealnya. Jika lahan terlalu kecil, bangunan bisa menggunakan perluasan vertikal(keatas), agar tetap menjadi rumah yang sehat yah,,
    @marsini: moga-moga makin banyak arsitek Indonesia yang bisa membangun arsitektural bangsanya (amin)
    @neozam: kalau rumahnya sudah jadi, jangan lupa undang saya untuk syukurannya
    @ario: iya mas,,manusia memang yang mempunyai peranan terbesar untuk menata kembali bangsa ini
    @hafidzi: untuk rumah yang kecil, gunakan saja tata ruangan dan perabotan yang multifungsi.manfaatkan sudut-sudut ruangan yang tersisa tetapi tetap rapi dan efektif.
    @cheriatna:terimah kasih,,,ajarin saya yang masiy hijau ini yah,,,

  33. kita memang sudah selayaknya bertindak
    untuk masa depan bumi ini

  34. Avante Says:

    Rumah yang ramah lingkungan??
    ya Rumah Pohon!!

    Enakan tinggal diatas pohon kayak “nenek moyang” kita dulu wekekek

    < Serius Mode:On >
    Daripada ide rumah ramah lingkungan gw lebih setuju kepedulian alam dimulai dari penghijauan lingkungan.

    Minimal disetiap rumah ditumbuhi satu pepohonan dan disetiap perkantoran
    < Serius Mode:Off >

  35. rarasati Says:

    gmn klo pake green roof? apalagi skg kan lahan untuk bikin rumah makin smpit. klo prosentase nya 60-40, bisa susah kalo lahannya kecil. kalo pake green roof, rumah bertingkat pun bisa ttp hijau kan? ;>

  36. udin Says:

    rumah ecologis rumah masa depan,,,,:)

  37. fajar Says:

    ada satu lagi yg perlu buat rumah ramah lingkungan yaitu pembuatan resapan utk pembuangan limbah air rumah tangga.
    jadi air limbah tidak dibuang ke saluran.

  38. bpurwono Says:

    Saya bersyukur ada yang menyadari arti penting design rumah/bangunan yang mempertimbangankan segi ekologi. Saya sangat resah semakin banyak orang membangun ruko, mal tanpa melihat kaidah ekologi, hanya komersial semata. Mari kita kembali pada pesan-pesan normatif/agama, sebelum kejadian besar terjadi, di mana orang melakukan tindakan extra ordinary untuk menormalisir/merehabilitir dengan pengerahan keahlian dan dana yang besar, maka mereka tak sanggup lagi, hingga datangnya kiamat.

  39. arifn Says:

    Maturnuwon dolor…………!, artikele ente tak gawe referensiku kanggo analisis rumah sehat

  40. akbar setiawan Says:

    artikel yang bagus… btw rumah ramah lingkungan dengan rumah hemat energi sama tidak..??? btw lagi bisa dilampirkan daftar pustakax dari artikel diatas…!!!

  41. risdania Says:

    @ arifin: sama2,,,seneng klo bermanfaat…
    @ akbar: makasiy…
    rumah ramah lingkungan biasanya mengakibatkan hemat energi,,
    soal daftar pustaka sudah agak lupa, soalnya ini rangkuman jaman kuliah ditambah baca2 buku gtuw…

  42. k1ss Says:

    Kenapa atap kayu dianggap tidak ramah lingkungan ? bukankah kayu dari pohon yang dapat ditanam lagi dan menghasilkan kayu lagi (renewble), sedangkan baja diambil dari tambang yang tidak dapat diperbaharuai (sewaktu-waktu dapat habis) dan dalam proses penambangan merusak lingkungan/mengubah bentang alam dan mungkin srtuktur tanah, dan proses produksi menghasilkan polutan (bahan polusi) dan limbah yang mungkin berbahaya secara langsung bagi kesehatan manusia ?. Yang pas adalah gunakan bahan dari produk yang dapat diperbaharui (renewble). sekarang jamannya back to nature. Pakai PVC ? apa nggak salah mbak ? kalau ramah lingkungan pakai bahan alamiah (bambu/kayu hasil tanaman/bukan hutan alam). Jika dari kayu , dari pohon yang ditanam/dibudidayakan. Dari bahan baja atau bahan ? lain mari kita ingat proses produksi dan limbah yang dihasilkan. mari berpikir secara jernih dan komprehensif. Mau ramah Lingkungan ? gunakan prinsip 4 R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Kalau dalam penggunaan bahan rangka atap dari baja seperti tertulis “Baja ringan lebih efektif dalam aplikasi atap. Pengerjaannya lebih efisien dalam waktu, dan lebih presisi karena buatan pabrik” menurut saya bukan faktor pendukung ramah lingkungan, tapi lebih kearah efektifitas dan efisiensi waktu , bukan ramah lingkungan, Semoga bermanfaat.

  43. risdania Says:

    maksud dari pengurangan penggunaan kayu siy akibat global warming..jadi bumi kita butuh banyak banged hutan untuk mengurangi lubang di ozon..nah kebutuhan tempat tinggal meningkat,lahan hijau semakin berkurang..banyak hutan dibabat untuk lahan perumahan..karena itu diminimaliskan penebangan hutan untuk material rumah..biar bumi kita selamat..gtuw siy setau saya..heheheh

  44. avichena Says:

    pengen nyiptaiin rumah dikawasan kota tapii isinya hutan semua ada sungai depan rumah ada hutan diblakang,,ada kebon binatang disamping kiri,ada mall samping kanan.

  45. lia Says:

    wah..artikelnya menarik bgt….tp saya maw tanya, apakah bangunan yang difungsikan sebagai kegiatan pabrikasi dapat menerapkan unsur tersebut?
    dimana bngunan ini menghasilkan suhu yang relatif tinggi…
    terima kasih atas jawabannya ya kak ^^

  46. kris adi Says:

    tidak terlalu spesifik..n terlalu general..ungkap yg lebih detail agar saya mampu membaca klebihan artikel anda…

  47. Ismail Agung Says:

    nice post.

    bagaimanapun rumah harus nyaman bagi penghuni di dalamnya.

  48. anisa Says:

    setuju dengan penggunaan atap baja ringan dan kusen aluminium/pvc/upvc
    hentikan penggunaan kayu sebagai bahan bangunan,
    biarkan kayu2 tetap ada di hutan..
    tingginya demand berarti akan memicu tingginya penebangan hutan juga
    nggak yakin anda2 yang telah menggunakan kayu sebagai bahan bangunan rumah ikut serta dalam penanaman pohon kembali… apa iya?
    paling beli kayu, dijadiin kusen, abis itu lupa…paling tanam kembali tanaman pot2an, apa anda punya lahan untuk menggantikan kayu yg telah anda pakai??

  49. Ika Says:

    Wow, it is nice posting. I have an idea how to make our environment is more sustainable. You can have your main source such as Wood *plant in local places*.It can be degradable easily or it can be turned into another material. It doesn’t matter if you want to use metal or PVC because i think recycling is applicable for these kind of material.
    Overall, i have a feeling that you have a very god idea, but in my perspective you should address not only the energy part, but also about waste, water, etc so you can improve local resources to create more sustainable environment.

  50. imam Says:

    Syaratnya ada yang kurang setuju
    Rangka atap baja ringan, kusen dan jendela menggunakan alumunium : Logam jenis ini harus di gali dari perut bumi, artinya ada proses perusakan alam, selanjutnya biji-biji besi/baja di proses di pabrik yang mengunakan energi fosil, dan lagi-lagi energi fosil harus di melakukan eksplorasi dalam perut bumi dan pabriknya juga menghasilkan co2 yang mencemari udara.

    Pengantian dengan bahan bangunan bambu perlu di perhitungkan, karena tanaman ini usia panen lebih pendek dan sumberdaya ini bisa di perbaharui


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.