keuntungan < kerugian

Maaf kalo saya hanya bisa mengeluh,,

dsc00101.jpg

Jembatan penyebrangan seharusnya menjadi alternatif yang aman untuk pejalan kaki.
Untuk mendapatkan nilai lebih dalam komersial, jembatan penyeberangan juga bisa dijadikan wadah reklame.
Tetapi seharusnya nilai tambah ini tidak mengganggu tujuan utama dari sarana ini.
Apalagi jembatan sudah dirancang semenarik mungkin, sangat disayangkan
jika harus tertutup papan reklame kan? kasian sekali yang merancang jembatan ini. Secara sosial jarang digunakan karena budaya masyarakat kita yang malas menggunakan jembatan penyeberangan, secara arsitektural pun tertutupi keindahannya.

Lalu apa hanya ini saja kerugiannya?

Ternyata papan reklame ini juga menutupi fasad bangunan di belakangnya. Bangunan yang dirancang dengan salah satu tujuan agar bisa menjadi icon dan mudah terlihat oleh pengguna, ternyata tertutupi oleh papan reklame.

Keuntungan yang diperoleh pemerintah kota sepertinya tidak setimpal dengan kerugian yang ditimbulkan.

Kita bahkan tidak tahu ada apa dibalik papan reklame itu.
Bisa saja jembatan ini malah menjadi tempat kejahatan.

bukankah kejahatan bukan hanya karena ada pelaku, tetapi juga ada kesempatan?
>> Bang napi, bener ga ini?

7 thoughts on “keuntungan < kerugian”

  1. Keuntungan yang diperoleh pemerintah kota sepertinya tidak setimpal dengan kerugian yang ditimbulkan.

    secara umum sih mungkin brgitu tapi secara pribadi mungkin keuntungan cukup lah untuk biaya hidup bagi instansi yang terkait…

  2. betul sekali, papan reklame itu bisa menghalangi pandangan ke jembatan penyeberangan. akibatnya, jika terjadi kejahatan maka tidak segera diketahui…

    hahahaha……. belum lagi budaya malas naik JPO [Jembatan Penyeberangan Orang]
    karena semua pada memilih menyeberang langsung di jalan [80% menurut survey Jawa Pos]

  3. tapi orang membangun itu kadang tidak memperhatikan kondisi sekitar yakz..
    tapi2 mestinya pemerintah tau penataan wilayah yakz..ūüėÄ

  4. maap saya bukan bang napi, tapi bang avy hehehehe
    ah kejahatan gak selalu ada di Jembatan penyebrangan dunk.
    Kalo Reklame itu kan bisa-bisanya pemkot aja, bahkan jadi ladang duit pungli.

  5. Jembatan Penyeberangan sudah lama dibangun, akan tetapi perlu sosialisasi setiap tahun, budaya masyarakat Indonesia yang mudah melupakan hal yang perlu sedikit ribet namun aman harus senantiasa di ingatkan kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s