Merancang (sendiri) Rumah

Sebagai kelanjutan artikel sebelumnya tentang rumah ramah lingkungan, artikel ini bertujuan untuk memberi gambaran apa saja yang perlu dipikirkan/didesainkan dalam merancang sebuah rumah.

1. Kenali tanah anda
    Berada pada wilayah mana tanah anda?
    Lalu perhatikan peraturan-peraturan yang berlaku pada wilayah tersebut.. Misalnya yaitu Garis Sempadan Bangunan (GSB), yaitu garis batas minimal bangunan boleh berdiri dari sebuah area. GSB ini biasanya berlaku untuk area-area yang berada dipinggir jalan.  Misalnya luas tanah anda adalah 13m x 10 m. GSB yang berlaku adalah 3m untuk yang berbatasan dengan jalan raya. Maka luas lahan yang dapat dibangun adalah 10m x 10 m

Apakah tanah anda berada di wilayah rawan banjir? jika iya, maka buat pill (batas ketinggian) bangunan lebih tinggi dari batas tertinggi bajir yang pernah terjadi di wilayah tersebut.  Minimal pill lantai adalah +/- 1 meter dari permukaan jalan. Hal ini mengingat setiap waktu jalan mengalami perbaikan dan peninggian. Jangan sampai 10 tahun usia rumah anda ternyata site anda berada dibawah piil jalan raya.

2. Daftar kebutuhan ruang yang anda perlukan.

Pergunakan ruang-ruang yang efektif dan multifungsi. Untuk yang memiliki luas tanah kecil, kurangi pengunaan sekat-sekat pembatas fungsi ruangan.

3. Rumah vertikal

Untuk anda yang memiliki kebutuhan ruang yang banyak, sedangkan luas tanah tidak mencukupi, hendaknya desain rumah bertingkat. Jangn memaksakan dengan mendesain penuh lahan sehingga tidak tersedia lahan hijau di rumah anda. Dalam mendesain rumah tingkat, salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah prinsip lantai mezanin, yaitu penerapan lantai setengah (1/2) dalam bangunan. Hal ini selain memaksimalkan lahan juga memaksimalkan cross ventilation yang terjadi di dalam rumah

4. Perhatikan arah utara-selatan-barat-timur dalam pengaplikasian bukaan-bukaan seperti pintu dan jendela dalam rumah. Hal ini untuk mengurangi panas matahari yang diterima dengan tetap mempertahankan terang matahari yang dihasilkan. Jangan lupa pula mendesain tritisan/ kanopi untuk setiap bukaan.

5. Desain detail-detail bangunan seperti tampak bangunan, desain entrance, desain atap, desain tata lingkungan, dan desain interior rumah.

6. Jangan lupa pastikan rencana titik lampu dan titik pemasangan AC sebelum proses pembangunan dimulai. Jangan sampai terjadi pembongkaran plafond dan dinding karena akan menimbulkan biaya ekstra dalam perbaikannya. (agak curhat,, sakit banget rasanya plafond udah rapi tapi dibongkar asal ama tukang AC,,hiks,,mpe diomelin klien,,)
Semoga melalui uraian ini anda memiliki pandangan langkah apa yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah rumah. Untuk anda yang tidak mau repot-repot dalam semua proses ini, hubungi saja pihak yang ahli di bidangnya. Keuntungan yang dapat diperoleh lagi adalah ide anda akan dikolaborasikan dengan ide sang arsitek . Tetapi menurut saya orang-orang sekarang sudah melek desain. Masyarakat sudah tahu mana yang disebut desain minimalis, mana gaya renaisanse, mana gaya art-deco dan mana yang disebut international style. Terserah kemana hati dan dompet anda menuntun.

21 thoughts on “Merancang (sendiri) Rumah”

  1. ehem… apa mas anang, kok sebut2 aku?:mrgreen:

    ada satu lagi yang esensial, yaitu memperhatikan interaksi manusia penghuni rumah tersebut nantinya.. hal ini penting untuk menentukan kedekatan antar-ruang. ruang mana yang harus berdekatan, ruang mana yang tidak boleh berdekatan, dan ruang mana yang boleh dekat atau boleh jauh..

    dalam perancangan fasilitas, analisa kedekatan antar-ruang berdasarkan interaksi ini bisa menggunakan ARC (activity relationship chart) dan ARD (activity relatuonship diagram)

    selamat merancang!

  2. wah keren banget artikelnya…🙂
    btw point 6 itu elektro banget😀
    saya tertarik sekali dengan point 3 itu, benar2 memanfaatkan ruang.
    ntar risda jadi konsultanku yakz…
    eh asto kemaren ada di elektro lho😀

  3. Pengen bisa rancang rumah sendiri.. tapi aku ga ngerti ilmunya,..
    yang penting sediain dompet dulu.. hehe mungkin ntr butuh bantuan kmu..

  4. tanggapan untuk “kenali tanah anda”.
    menurut saya lebih baik “pahami dulu lingkungannya dimana?”. ini tidak sekedar masalah GSB, tetapi juga KDB (koefisien dasar bangunan) dan KLB (koefisien lantai bangunan.
    (1) GSB mengatur batas garis bangunannya,
    (2) KDB mengatur luas lantai dasar yang boleh terbangun (menyangkut permukaan keras yang menutup lahan) dan luasan permukaan lahan yang benar-benar terbuka dan mampu menserap air hujan ke dalam tanah (untuk keseimbangan air tanah, agar nantinya permukaan tanah tidak turun/ambles)
    (3) KLB mengatur batas jumlah lantai yang diperbolehkan dibangun (menyangkut ketinggian bangunan)
    informasi soal ini bisa ditanyakan langsung di dinas tata kota di bagian perencanaannya. setiap kawasan/wilayah bagian kota memiliki peraturan yang berbeda-beda. bukan berarti luas lahan 13×10 selalu memiliki GSB 3.
    sebaiknya tidak membangun tanpa IMB.

  5. Enak ya kayaknya punya istri yang pinter ngatur rumah (mulai dari desain ruang sampe cara ngerawatnya..)….

    btw, jurusan arsitek ya?

  6. Artikelnya menarik bgt, sangat bermanfaat..

    Yang pasti, dalam merancang dan membangun rumah jangan sungkan2 untuk bertanya dan berkonsultasi pada ahlinya.

    Mampir2 Juga ke blog – ku🙂

  7. @khuclukz:itulah gunanya teman,,,
    @anang: hehehe, masa aq juga yang bangun mas,,,
    @deteksi:makasiy buat masukannya,,pastinya masiy banyak lagi yang harus dipikirkan
    @arul:halah,,kesanna kok aku “jual diri”..hehehe
    @achoey n fenty: tengkyuk,,,
    @avy:hehehe, yang oke aku yah:
    @alfa:tenang,,saya siap membantu
    @alid:yang yang jelas harus ada alas,dinding, atap,,ehhehe
    @omahkampong: hu uw mas,,kan yang diatas cuma contoh,,,
    @realylife:wah, bunda pasti seneng,,
    @andre: hu uh,,tukang insinyur sayah,,
    @dhanie:siap,,udah mampir kok,,,
    @cempluk:kaya mau cerai aja pake rujukan,,hehehe
    @edi:kan masiy bisa di renov mas,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s