The Platinum

PT. Grande Family View baru-baru ini meluncurkan produk terbarunya, The Platinum, condominium yang berlokasi di central area Graha Family Surabaya.

 Di desain oleh arsitek Singapura Soo Khian Chan ,pemenang ‘SIA Getz Architecture Price for Emergent Architect Asia’ berkolaborasi dengan arsitek landscape Karl Princic dari USA. (padahal kalau arsitek dalam negeri kita diberi kesempatan, saya yakin tidak akan kalah)

Konsep yang disajikan adalah apartemen modern mewah dalam sebuah hunian rumah tinggal. Dengan pengotimalan view area golf menjadikan Platinum sebagai simbol gaya hidup dan status si pemilik.

Berdiri diatas lahan 1,4 Ha, The Platinum tediri atas 3 type yaitu:
>>Platinum Garden


   Dengan luas lahan 6m x 22m terdiri dari basement dan 2 lantai.
   Sebanyak 8 unit

 

 
>> Platinum Terrace
   

Dengan luas lahan 56m x 24m, terdiri dari basement, 2 lantai dan rooftop
Sebanyak 11 unit

 

 

 
>> Platinum Golf


Merupakan produk utama The Platinum.Dengan luas lahan 24m x 40m, terdiri dari basement dan 2 lantai.
Sebanyak 9 unit

 

 

Saya akan membahas produk utama dari The Platinum yaitu Platinum Golf lebih rinci.
Spesifikasi:
>finishing dinding: batu andesit, ICI external paint
>plafond: gypsum, kalsoboard
>lantai: marmer import, granite tile
>atap: metal galvalum ex. blue scope lysaght
>sanitair: Toto
>kolam renang
>lift pribadi (wkwkwk, rumah 2 lantai ada lift na)

      

Untuk yang berminat, anda harus segera melakukan dp, karena jumlah yang terbatas. Pihak pengelola belum memberikan harga pasti per unit, tetapi untuk gambaran, harga tanah adalah 6juta per peter persegi dan harga bangunan 3,5juta per meter persegi. Jadi kurang lebih harganya adalah 10M,

22 thoughts on “The Platinum”

  1. haduh bikin kayak gitu aja pake arsitek luar negeri? apakah mata para developer itu sudah buta semua, ndak bisa lihat arsitek sini juga jago-jago. *lirik rzdswt*

    dengan harga 10M, bisa bikin seperti itu rasanya memang sudah seharusnya. nenek-nenek pikun juga bisa, ya khan say?!

    ttg tulisan, yg seperti itu bukan klasifikasi, tapi spesifikasi :p

  2. Ah cuman 10 M, bisa diatur..
    ntar yah, kuambilin duitnya
    *pergi…., sgera nyari bank yg bisa dibobol*

  3. @det: …nenek-nenek pikun juga bisa… ya nggak lah det. mosok pikun kok bisa mbuat bangunan sebagus itu. buat nyembuhin pikunnya saja kurang kok uang segitu.. hehehe.. *auw!!… dikaplok dokter RSJ*😥

  4. iklan jitu y mbak😀 *hehehehe..bcanda ding*

    bukannya kalo beli tanah, trus gak pake beli bangunan ya ? berarti double bayar dunk, beli tanah plus beli bangunan ?? hmmm..mahal amit..

  5. MODEL BANGUNAN OK,MANTAP,EXCLUCIP. TAPI KALO DI SIANG BOLONG PASTI PANASNYA MINTA AMPUN. ( ASAL JANGAN NYEMPLUNG KE KOLAM RENANG, YA . SO PASTI KALO NYEMPLUNG KE KOLAM RENANG PASTI ADEM )

    BANYAK BANGET ARCITEK YANG CANGGIH, BANYAK YANG MELUPAKAN DENGAN GLOBAL EARTH. ( ITU SANGAT DISAYANGKAN )

  6. Risda … bulan ini aku bakalan survey neh kesini, ikut yuk biar kamu bisa ngasih tambahan comment soal pencahayaannya, udah ada rumah contohnya kan ??

  7. Graha Famili sendiri dengan kriteria sebagai kawasan hunian rumah mewah menurut saya sudah menjawab kenapa mereka memakai arsitek luar negeri.
    Dan g hanya arsitek luar negeri saja kok, di beberapa tipe di kawasan tersebut juga banyak yang memakai arsitek-arsitek lokal.

    Rumah 2 lantai menggunakan lift? ya untuk ukuran harga segitu sudah normal lah, bahkan ada beberapa rumah yang pernah saya liat menggunakan sistem AC central atau duckting.

  8. Oh jadi Arsiteknya Soo Khian Chan! Akhirnya Ketemu juga orangnya (-_- ) “Harganya tidak pantas” Jendelanya Macet sebagian gak tidak bisa dikunci, Atapnya bocor kadang air sering masuk, AC centralnya sering rusak sampai tetangga saya sendiri ganti ke AC biasa, Tanahnya juga mulai amblas, Pemasangan kabel telepon diasal kalau bukan karena orang dari telkom yang betulin saya sekarang gak bisa buka internet dan menggunakan telpon, kamar mandi ruang tamu artistik apaan? tamu jadi susah liat warna marmernya hitam, theater roomnya juga bocor untung airnya tidak kena tv tapi karpetnya jadi korban, lampunya banyak yang terbakar listriknya amburadul, Liftnya sering rusak, Tagihan listrik amburadul setinggi penggunaan sebuah pabrik yang sedang beroprasi “Disebabkan AC central”.

    Salah satu kegagalan si arsitek “Condominium The Platinum”

    Saya tinggal di Condominium “Platinum Golf” Yang dapat Golf View, bola golfnya orang yang main golf sering masuk ke area kolam renang beberapa kali kena kaca tapi untungnya tidak pecah dan tidak ada orang yang kena.

    Rumahnya si memang bagus sampai tetangga tidak betah

    Komentar untuk si arsitek “Kalau bangun rumah jangan main-main, klo gak niat gak usah buat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s