Pasar Malam,,

Sabtu lalu saya mendapat undangan dari salah seorang saudara untuk mampir kerumahnya, kebetulan saat itu sedang ada bazar rakyat atau ada juga yang menyebut sebagai pasar malam.

    

Yang saya rindukan dari suasana pasar malam adalah saat saya bertemu dengan semua tetangga yang pada hari biasa jarang kita jumpai. Selain itu saya menemukan banyak dagangan yang sudah jarang kita temui.

Si dedek ponakan saya sangat antusias pergi ke pasar malam. Dia sudah menggunakan kostum andalan yaitu jaket pink-nya. Dari sore si dedek sudah merengek minta keluar rumah, tetapi si mama yang kebetulan sepupu saya melarang dan menyuruh bersabar karena saya belum datang. Jadi pada saat saya datang, si dedek sudah menarik tangan saya untuk mengajak melihat pasar malam di depan rumahnya.

Putaran lap pertama saya gunakan untuk melihat-lihat dan mengincar stand-stand mana yang akan saya kunjungi. Ternyata belum tuntas satu lap, si dedek sudah merengek minta main pancing. Ahirnya kita berhenti menunggui si dedek main pancing dengan membeli rujak uleg. Untuk bermain pancing ini, si mama cukup membayar seribu rupiah dengan batasan sampai timba penuh berisi ikan. Setelah penuh satu timba, se dedek berhak memilih satu dari bermacam-macam hadiah yang ada. Ternyata si dedek memilih kembang api.

 

Selesai bermain pancing, si dedek minta naek kereta. Kalau yang ini si mama mengeluarkan dua ribu rupiah untuk tiga kali putaran. Benar-benar permainan murah meriah menarik. Benar-benar suasana yang akan selalu saya rindukan.

    

13 thoughts on “Pasar Malam,,”

  1. dua ribu rupiah tiga putaran itu mahal mbak. di desa saya, dua rebu rupiah sudah keliling desa dari jam 3 sore sampe jam setengah lima sore..

  2. pasar malam itu juga terkenal dengan sebutan pasar senggol, karena saking padatnya pengunjung sampe-sampe mau jalan aja ndak bisa lancar, harus senggol-senggolan..

    jaman dulu, orang surabaya memanfaatkan momen seperti ini untuk mencari pasangan..

    sekarang? pengunjung pasar senggol didominasi oleh warga luar surabaya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sekitar lokasi..

  3. Kita masih merindukan suasana, dimana kita bisa tawar menawar,
    yang tidak kita jumpai jika kita ke mall, mart, atau pasar modern lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s